Uni Eropa baru saja menyepakati perubahan penting melalui paket amandemen “Omnibus VII”. Langkah ini diambil untuk menyederhanakan regulasi digital, sekaligus mempertegas batasan moral dan hukum terkait teknologi generatif.
Detail aturan terbaru mengenai larangan deepfake dan pengelolaan sistem AI berisiko tinggi (High-Risk AI Systems) terbagi ke dalam poin-poin krusial berikut:
1. Aturan Ketat Larangan & Labeling Deepfake
Uni Eropa membagi penanganan konten manipulasi atau deepfake ke dalam dua kategori: larangan total untuk konten intim/seksual, dan kewajiban pelabelan (watermarking) untuk konten umum.
Larangan Total Konten Intim Tanpa Persetujuan
- Aturan Baru (Berlaku 2 Desember 2026): Uni Eropa secara resmi melarang total aplikasi pembuat konten pornografi atau manipulasi seksual (nudifier apps). Pengembang (providers) dan pengguna komersial (deployers) dilarang keras mengedarkan atau menggunakan alat AI yang bisa memanipulasi gambar/video/audio menjadi konten eksplisit atau intim tanpa persetujuan eksplisit dari orang yang bersangkutan, serta pembuatan materi pelecehan seksual anak (CSAM).
- Sanksi Berat: Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenakan denda maksimal hingga €15 juta atau 3% dari total pendapatan tahunan global perusahaan (dipilih mana yang lebih tinggi).
Kewajiban Transparansi & Labeling Konten Umum
- Kewajiban Labeling (Berlaku mulai Agustus hingga Desember 2026): Berdasarkan Pasal 50 (Article 50), semua deepfake berupa teks, gambar, video, atau audio yang tampak realistis dan berpotensi mengecoh publik wajib diberi label yang jelas dan menonjol saat konten tersebut ditampilkan.
- Pelaku bisnis tidak bisa lagi menyembunyikan disclaimer di halaman syarat & ketentuan (terms of service). Konten harus memiliki tanda digital (watermark) atau metadata yang dapat dibaca oleh mesin agar publik langsung tahu bahwa konten tersebut adalah hasil rekayasa AI.
2. Penundaan Aturan Sistem AI Berisiko Tinggi (HRAIS)
Sistem AI Berisiko Tinggi (High-Risk AI Systems) adalah AI yang digunakan dalam sektor krusial seperti penyaringan CV kerja (recruitment software), penilaian kelayakan kredit bank, manajemen infrastruktur kritis, penegakan hukum, dan pengelolaan perbatasan/imigrasi.
Karena Uni Eropa belum selesai menyusun standarisasi teknis yang harmonis bagi industri untuk mematuhi aturan ini, Uni Eropa resmi memperpanjang tenggat waktu kepatuhan (enforcement) agar tidak mematikan inovasi:
Agustus 2026: Kewajiban Transparansi Generative AI
Agustus 2026
Aturan transparansi dasar untuk model AI generatif publik (seperti chatbot) mulai berlaku wajib.
Desember 2026: Blokir Nudifier & Kewajiban Watermark
Desember 2026
Pelarangan total aplikasi nudifier (AI pembuat konten syur tanpa persetujuan) serta batas akhir penerapan watermarking konten hasil AI secara menyeluruh.
Desember 2027: Kepatuhan Standalone High-Risk AI
Desember 2027
Tenggat waktu baru (mundur dari jadwal semula) bagi sistem AI berisiko tinggi yang berdiri sendiri (standalone), seperti perangkat lunak penilaian kredit dan CV screening.
Agustus 2028: Kepatuhan Embedded High-Risk AI
Agustus 2028
Batas akhir kepatuhan bagi sistem AI berisiko tinggi yang tertanam (embedded) di dalam produk fisik yang membutuhkan sertifikasi keselamatan, seperti otomotif atau peralatan medis robotik.
Syarat Ketat untuk AI Berisiko Tinggi
Ketika linimasa di atas jatuh tempo, setiap perusahaan yang mengoperasikan AI berisiko tinggi di pasar Eropa wajib memenuhi standar kepatuhan yang sangat ketat:
- Sistem Manajemen Risiko: Harus melacak dan memitigasi risiko diskriminasi atau kegagalan sistem, termasuk kemungkinan penyalahgunaan oleh pengguna.
- Kualitas Data: Data yang digunakan untuk training AI harus bersih dari bias sistemis agar tidak merugikan kelompok masyarakat tertentu.
- Traceability (Pencatatan Otomatis): AI harus mencatat log aktivitasnya secara otomatis agar keputusan yang diambil oleh algoritma bisa dilacak oleh otoritas pengawas.
- Human Oversight: Harus ada intervensi manusia (tombol darurat atau pengawasan manual) sehingga keputusan krusial tidak dilepas 100% ke mesin.

Leave a Reply